harapan,harap,pengharapan,or berharap,sama sajalah
apalah itu sebutannya, mau disertai imbuhan atau tidak tetap saja bagiku artinya sama.
saat ini, sedang sangat trauma dengan kata-kata itu. sepertinya kalau sudah ada kata itu yang mampir di hati ini, bagai ada bom waktu pula yang mengiringi. bom itu seketika bisa meledak kapan saja tanpa bisa kita persiapkan untuk sekedar menutup telinga atau pergi jauh-jauh. yah, bom itu akan meledak sampai akhirnya kita tahu apa hasil dari kata-kata di atas itu. sesuai dengan yang diinginkah? atau justru berbanding terbalik. kalau berbanding lurus antara keduany mungkin tak jadi masalah dan bukan bom waktu namanya. nah, yang akan jadi masalah besar adalah ketika hasilnya berbanding terbalik!
fiuh, sudah tahu hasilnya akan seperti itu (berbanding lurus atau berbanding terbalik) tapi tetap saja manusia tak pernah letih membiarkan kata-kata itu mampir di otak, bahkan melaju kencang di darah kita, sampai akhirnya menetap di hati.
yah, memang tak ada yang salah ketika seorang anak manusia bersahabat dengan kata-kata itu. bahkan orang bijak pernah bilang (siapa ya orang bijaknya?) “hidup tanpa ada harapan tidak akan mungkin, dengan adanya harapan berarti kita masih memiliki semangat” (kira-kira seperti itu yang ku tangkap maksudnya).
yah, sekali lagi, memang tak ada yang salah dengan kata-kata itu. tapi sekali lagi juga, mengapa diri ini terlalu takut dengan kata-kata itu? (ada yang bisa jawab?). seolah, ketika aku menaruhnya baik-baik dalam hati ini kata-kata indah itu (ralat : bukan ku yang menaruh, tapi ia datang begitu saja, susah dikendalikan), seketika itu pula ku tahu “bom waktu” itu akan terus mengikuti dari belakang.
Ya Allah, maafkan diri ini jika sikapku ini salah. Maafkan diri ini jika jadi tak percaya dengan kuasa Mu. Maaf Ya Rabbi.
Sungguh, aku sangat yakin dengan kuasa Mu.
Sungguh, aku ingin melepaskan diri dari kegelisahan seperti ini.
Sungguh, aku ingin keluar dari belenggu masa laluku yang mungkin buatku menjadi seperti ini.
Ya Allah, biarkan diri ini terus bersujud kepadaMu, agar tak ada hal lain lagi tentang dunia ini yang buatku semakin jauh dari Mu.
Biarkan harapan di hatiku ini, hanyalah tentang Engkau dan KekasihMu Muhammad SAW.
Biarkan harapan di hatiku ini, hanyalah tentang pertemuan yang istimewa antara aku dan Engkau di syurga yg telah Kau siapkan “disana”.
Amin.

huuuaaahh,,maap..tulisannya jelek..